Hobi renang ? Main game atau gitar ? Membaca ? Memasak ? dll, pasti sudah
sering mendengarnya. Kalau filateli ? hampir sebagaian orang tahu tentang hobi
mengumpulkan perangko khususnya. Tapi bagaimana dengan Numismatik ? sebuah hobi
sekaligus investasi luar biasa bagi para penggemarnya.
Numismatik adalah suatu kegiatan mengumpulkan mata uang
kuno, baik berupa uang kertas, koin maupun token yang pada jamannya pernah beredar dan
digunakan oleh masyarakat untuk bertransaksi. Secara tidak langsung, penggemar
numismatik akan mempelajari segala seri atau variasi uang yang ditemukan
beserta sejarah mata uang atau terbentuknya hingga ciri khas uang tersebut.
Semakin tua dan sulit ditemukannya mata uang tertentu maka harganya akan
semakin bernilai tinggi bagi penggemarnya. Sebut saja pada April 2012 ini
nilai, 10.000 Rupiah cetakan tahun
1975 bergambar barong/borobudur dihargai Rp. 500.000. Untuk 50 Gulden cetakan tahun 1938 Seri
Wayang (Sanering) dihargai Rp. 1.200.000. Untuk 5 Rupiah Sudirman cetakan tahun 1968 bernilai Rp. 1.500.000. dll. Yang
pada jaman beredarnya uang tersebut memiliki nilai yang sangat kecil, namun
setelah beberapa tahun nilainya sangat berlipat –lipat ganda. Mengapa? Karena
terdapat sejarah yang tersimpan dalam selembar atau sekeping uang tersebut,
yang sepintas dapat terlihat pada pemilihan gambar pada saat pencetakannya.
Di Indonesia ini dapat dikatakan surganya pecinta numismatik, berdasarkan
prasasti Bulai sekitar tahun 860 M kerajaan Mataram Syailendra menggunakan mata
uang pertama di nusantara. Peredaran mata uang logam Cina yang disebut Kepeng
dengan lubang persegi empat ditengahnya.Ada pula Dinar dari pengaruh bangsa
Arab, sedangkan pengaruh dari jajahan belanda yakni adanya Gulden, dan masih
banyak lagi pengaruh uang dari negara- negara bekas penjajah lainnya. Hingga
awal kemerdekaan Indonesia banyak terdapat jenis uang yang beredar, mulai dari mata
uang ORI ( Oeang Repoeblik Indonesia ), uang Irian Barat, sampai dengan mata
uang Rupiah.
![]() |
| Koin Perak Majapahit |
![]() | |||
| Koin Kepeng |
Tak sekedar mengumpulkan uang kuno dalam maupun luar negeri berupa koin,
kertas atau bahkan keduanya berdasarkan fisiknya, tetapi penggemar hobi ini
juga ada yang mengumpulkan uang berdasarkan nomor seri yang cantik, uang yang
salah atau kurang cetak, uang salah potong dan uang dengan kesalahan proses
pembuatan lainnya. Menjadikan hobi ini menjadi sangat unik, menantang dan
tentunya sebuah investasi yang menyenangkan.
Referensi
:
id.wikipedia.org
www.kafesantai.com
abhicom2002.blogspot.com
koinkunoantik.blogspot.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar