Kamis, 19 April 2012

Numismatik ~ Sejarah , Seni dan Investasi



 Hobi renang ? Main game atau gitar ? Membaca ? Memasak ? dll, pasti sudah sering mendengarnya. Kalau filateli ? hampir sebagaian orang tahu tentang hobi mengumpulkan perangko khususnya. Tapi bagaimana dengan Numismatik ? sebuah hobi sekaligus investasi luar biasa bagi para penggemarnya.

Numismatik adalah suatu kegiatan mengumpulkan mata uang kuno, baik berupa uang kertas, koin maupun token yang pada jamannya pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat untuk bertransaksi. Secara tidak langsung, penggemar numismatik akan mempelajari segala seri atau variasi uang yang ditemukan beserta sejarah mata uang atau terbentuknya hingga ciri khas uang tersebut.

Semakin tua dan sulit ditemukannya mata uang tertentu maka harganya akan semakin bernilai tinggi bagi penggemarnya. Sebut saja pada April 2012 ini nilai, 10.000 Rupiah cetakan tahun 1975 bergambar barong/borobudur dihargai Rp. 500.000. Untuk 50 Gulden cetakan tahun 1938 Seri Wayang (Sanering) dihargai Rp. 1.200.000. Untuk 5 Rupiah Sudirman cetakan tahun 1968 bernilai Rp. 1.500.000. dll. Yang pada jaman beredarnya uang tersebut memiliki nilai yang sangat kecil, namun setelah beberapa tahun nilainya sangat berlipat –lipat ganda. Mengapa? Karena terdapat sejarah yang tersimpan dalam selembar atau sekeping uang tersebut, yang sepintas dapat terlihat pada pemilihan gambar pada saat pencetakannya.

Di Indonesia ini dapat dikatakan surganya pecinta numismatik, berdasarkan prasasti Bulai sekitar tahun 860 M kerajaan Mataram Syailendra menggunakan mata uang pertama di nusantara. Peredaran mata uang logam Cina yang disebut Kepeng dengan lubang persegi empat ditengahnya.Ada pula Dinar dari pengaruh bangsa Arab, sedangkan pengaruh dari jajahan belanda yakni adanya Gulden, dan masih banyak lagi pengaruh uang dari negara- negara bekas penjajah lainnya. Hingga awal kemerdekaan Indonesia banyak terdapat jenis uang yang beredar, mulai dari mata uang ORI ( Oeang Repoeblik Indonesia ), uang Irian Barat, sampai dengan mata uang Rupiah.


Koin Perak Majapahit

  
Koin Kepeng



Tak sekedar mengumpulkan uang kuno dalam maupun luar negeri berupa koin, kertas atau bahkan keduanya berdasarkan fisiknya, tetapi penggemar hobi ini juga ada yang mengumpulkan uang berdasarkan nomor seri yang cantik, uang yang salah atau kurang cetak, uang salah potong dan uang dengan kesalahan proses pembuatan lainnya. Menjadikan hobi ini menjadi sangat unik, menantang dan tentunya sebuah investasi yang menyenangkan.









Referensi :
id.wikipedia.org
www.kafesantai.com
abhicom2002.blogspot.com
koinkunoantik.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar